Shahih Bukhari Hadits 2040 - Syarat Kematangan Buah Sebelum Dijual
Larangan Jual Beli Buah di Pohon Sebelum Tampak Matang
Shahih Bukhari : 2040
Shahih BukhariNomor Hadis 2040
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سُلَيْمَانَ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ عَنْ عَطَاءٍ وَأَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ نَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعِ الثَّمَرِ حَتَّى يَطِيبَ وَلَا يُبَاعُ شَيْءٌ مِنْهُ إِلَّا بِالدِّينَارِ وَالدِّرْهَمِ إِلَّا الْعَرَايَا
Jabir Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang menjual buah (dari pohon) kecuali telah nampak baiknya dan tidak boleh dijual sesuatupun darinya kecuali dengan dinar dan dirham kecuali 'ariyyah.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Buah tidak boleh dijual jika belum terlihat kondisinya mulai membaik atau mendekati matang.
- Pembayaran hasil kebun harus menggunakan mata uang sah (dinar dan dirham) agar nilainya jelas.
- Keringanan khusus tetap berlaku untuk jual beli dengan skema ariyyah.
