Shahih Bukhari Hadits 2064 - Transaksi Jual Beli Bersama Non-Muslim
Hukum Jual Beli dan Berdagang dengan Orang Musyrik
Shahih Bukhari : 2064
Shahih BukhariNomor Hadis 2064
حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ حَدَّثَنَا مُعْتَمِرُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ جَاءَ رَجُلٌ مُشْرِكٌ مُشْعَانٌّ طَوِيلٌ بِغَنَمٍ يَسُوقُهَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْعًا أَمْ عَطِيَّةً أَوْ قَالَ أَمْ هِبَةً قَالَ لَا بَلْ بَيْعٌ فَاشْتَرَى مِنْهُ شَاةً
Abdurrahman bin Abu Bakr Diriwayatkan dari:
Kami pernah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tiba-tiba datang seorang lelaki musyrik dengan rambut panjang yang kusut dengan menggiring kambing. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya: "Apakah untuk dijual atau diberikan?" Atau sabdanya: "Atau dihibahkan?" Orang itu menjawab: "Bukan, tapi untuk dijual". Lalu Beliau membeli seekor kambing darinya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Berbisnis dan berjual beli dengan orang dari luar kelompok Islam, sekalipun ia musyrik, dibenarkan dalam pandangan syariat.
- Seorang muslim patut memperlihatkan sikap ramah saat mencari tahu asal usul niat penjual (apakah sedekah atau murni berjualan).
- Barang dagangan dinilai dari kehalalannya, bukan semata siapa yang menjualnya.
