Shahih Bukhari Hadits 2113 - Larangan Tengkulak Curang
Hukum Mencegat Pedagang di Jalan dan Larangan Makelar Curang
Shahih Bukhari : 2113
Shahih BukhariNomor Hadis 2113
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ ابْنِ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُتَلَقَّى الرُّكْبَانُ وَلَا يَبِيعَ حَاضِرٌ لِبَادٍ قُلْتُ يَا ابْنَ عَبَّاسٍ مَا قَوْلُهُ لَا يَبِيعُ حَاضِرٌ لِبَادٍ قَالَ لَا يَكُونُ لَهُ سِمْسَارًا
Ibnu Abbas Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang menyongsong (mencegat) kafilah dagang (sebelum mereka tahu harga di pasar) dan melarang pula orang kota menjual kepada orang desa. Aku bertanya: Wahai Ibnu 'Abbas, apa arti sabda Beliau "dan janganlah orang kota menjual kepada orang desa"? Dia menjawab: "Janganlah seseorang jadi perantara bagi orang kota."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Dilarang mencegat barang dagangan kafilah di luar pasar sebelum pedagangnya mengetahui harga normal di dalam pasar.
- Tidak diperbolehkan mengambil keuntungan dengan menipu penjual dari desa yang tidak paham kondisi harga di kota.
- Praktik menjadi makelar curang yang berpotensi memanipulasi harga pasar sangat dilarang dalam syariat Islam.
