Shahih Bukhari Hadits 2313 - Amar Ma'ruf Layaknya Penumpang Kapal
Perumpamaan Penumpang Kapal: Alasan Mengapa Kita Harus Saling Mengingatkan
Shahih Bukhari : 2313
Shahih BukhariNomor Hadis 2313
حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا زَكَرِيَّاءُ قَالَ سَمِعْتُ عَامِرًا يَقُولُ سَمِعْتُ النُّعْمَانَ بْنَ بَشِيرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَثَلُ الْقَائِمِ عَلَى حُدُودِ اللَّهِ وَالْوَاقِعِ فِيهَا كَمَثَلِ قَوْمٍ اسْتَهَمُوا عَلَى سَفِينَةٍ فَأَصَابَ بَعْضُهُمْ أَعْلَاهَا وَبَعْضُهُمْ أَسْفَلَهَا فَكَانَ الَّذِينَ فِي أَسْفَلِهَا إِذَا اسْتَقَوْا مِنْ الْمَاءِ مَرُّوا عَلَى مَنْ فَوْقَهُمْ فَقَالُوا لَوْ أَنَّا خَرَقْنَا فِي نَصِيبِنَا خَرْقًا وَلَمْ نُؤْذِ مَنْ فَوْقَنَا فَإِنْ يَتْرُكُوهُمْ وَمَا أَرَادُوا هَلَكُوا جَمِيعًا وَإِنْ أَخَذُوا عَلَى أَيْدِيهِمْ نَجَوْا وَنَجَوْا جَمِيعًا
An Nu'man bin Basyir Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Perumpamaan orang yang menegakkan hukum Allah dan orang yang diam terhadapnya seperti sekelompok orang yang berlayar dengan sebuah kapal lalu sebagian dari mereka ada yang mendapat tempat di atas dan sebagian lagi di bagian bawah kapal. Lalu orang yang berada di bawah kapal bila mereka mencari air untuk minum mereka harus melewati orang-orang yang berada di bagian atas seraya berkata: "Seandainya boleh kami lubangi saja kapal ini untuk mendapatkan bagian kami sehingga kami tidak mengganggu orang yang berada di atas kami."Bila orang yang berada di atas membiarkan saja apa yang diinginkan orang-orang yang di bawah itu maka mereka akan binasa semuanya. Namun bila mereka mencegah dengan tangan mereka maka mereka akan selamat semuanya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Setiap pribadi terpanggil untuk menolong mencegah perbuatan terlarang agar dampak gelombang hancurnya tak menjalar kemana-mana.
- Pembiaran sekecil apapun terhadap ulah jahat segelintir manusia bisa menghancurkan reputasi maupun nasib orang suci di sekelilingnya.
- Memaksa amar ma'ruf nahi mungkar dengan tindakan tangan terbukti menjadi perwujudan tertinggi merawat kasih sayang sesama.
