Shahih Bukhari Hadits 2495 - Dusta untuk Mendamaikan Perselisihan
Hadis Tentang Kebolehan Berdusta untuk Mendamaikan Perselisihan
Shahih Bukhari : 2495
Shahih BukhariNomor Hadis 2495
حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ صَالِحٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ أَنَّ حُمَيْدَ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَخْبَرَهُ أَنَّ أُمَّهُ أُمَّ كُلْثُومٍ بِنْتَ عُقْبَةَ أَخْبَرَتْهُ أَنَّهَا سَمِعَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَيْسَ الْكَذَّابُ الَّذِي يُصْلِحُ بَيْنَ النَّاسِ فَيَنْمِي خَيْرًا أَوْ يَقُولُ خَيْرًا
Ummu Kultsum binti Uqbah Diriwayatkan dari:
Telah menceritakan kepada kami ['Abdul 'aziz bin 'Abdullah] telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Sa'ad] dari [Shalih] dari [Ibnu Syihab] bahwa [Humaid bin 'Abdurrahman] mengabarkan kepadanya bahwa [ibunya, Ummu Kultsum binti 'Uqbah] mengabarkan kepadanya bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Bukanlah disebut pendusta orang yang menyelesaikan perselisihan diantara manusia lalu dia menyampaikan hal-hal yang baik (dari satu pihak yang bertikai) atau dia berkata: hal-hal yang baik."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Agama Islam mengizinkan kebohongan kecil jika niat utamanya adalah untuk mendamaikan dua orang yang sedang bermusuhan.
- Menyampaikan kabar atau perkataan baik secara sepihak untuk meluluhkan hati orang yang berselisih sangat dianjurkan.
- Menjaga keutuhan tali persaudaraan dan perdamaian dinilai lebih berharga daripada memicu konflik dengan kata-kata kasar.
