Shahih Bukhari Hadits 2526 - Ketidaksabaran Nabi Musa Bersama Khidir

Pelajaran dari Ketidaksabaran Nabi Musa Bersama Khidir

Shahih BukhariNomor Hadis 2526

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى أَخْبَرَنَا هِشَامٌ أَنَّ ابْنَ جُرَيْجٍ أَخْبَرَهُ قَالَ أَخْبَرَنِي يَعْلَى بْنُ مُسْلِمٍ وَعَمْرُو بْنُ دِينَارٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ يَزِيدُ أَحَدُهُمَا عَلَى صَاحِبِهِ وَغَيْرُهُمَا قَدْ سَمِعْتُهُ يُحَدِّثُهُ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ قَالَ إِنَّا لَعِنْدَ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ حَدَّثَنِي أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُوسَى رَسُولُ اللَّهِ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ { قَالَ أَلَمْ أَقُلْ إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا } كَانَتْ الْأُولَى نِسْيَانًا وَالْوُسْطَى شَرْطًا وَالثَّالِثَةُ عَمْدًا { قَالَ لَا تُؤَاخِذْنِي بِمَا نَسِيتُ وَلَا تُرْهِقْنِي مِنْ أَمْرِي عُسْرًا } { لَقِيَا غُلَامًا فَقَتَلَهُ } فَانْطَلَقَا فَوَجَدَا { جِدَارًا يُرِيدُ أَنْ يَنْقَضَّ فَأَقَامَهُ } قَرَأَهَا ابْنُ عَبَّاسٍ أَمَامَهُمْ مَلِكٌ

Ubay bin Ka'ab Diriwayatkan dari:

Telah bercerita kepada kami [Ibrahim bin Musa] telah mengabarkan kepada kami [Hisyam] bahwa [Ibnu Juraij] mengabarkan kepadanya, berkata telah bercerita kepadaku [Ya'laa bin Muslim] dan ['Amru bin Dinar] dari [Sa'id bin Jubair] dimana satu sama lain saling menambahkan dan begitu juga para perawi selain keduanya, sungguh aku pernah mendengarnya bercerita kepadanya dari Sa'id bin Jubair berkata: Kami sedang bermajelis dengan Ibnu 'Abbas radliyallahu 'anhuma ia berkata: telah bercerita kepadaku [Ubay bin Ka'ab] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Musa Rasulullah, lalu dia menyebutkan hadits.(Nabi Khidir berkata: "Bukankah telah aku katakan bahwa kamu tidak akan sanggup untuk bersabar bersamaku?") (QS. Al Kahfi: 72).Ketidak sabaran Nabi Musa yang pertama adalah karena lupa, yang kedua syarat yang diajukannya sedangkan yang ketiga adalah kesengajaan.(Musa berkata: "Janganlah kamu menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku") (QS. Al Kahfi: 73)(Hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Khidir membunuhnya) (QS. Al Kahfi: 74)Lalu keduanya berjalan hingga mendapatkan(Dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh, maka Khidir menegakkan dinding itu) (QS. Al Kahfi: 77)Ibnu 'Abbas membacakannya: "Sedang didepan mereka ada seorang raja."

Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini

  • Sifat lupa wajar terjadi pada manusia, seperti teguran pertama Nabi Musa yang dimaafkan oleh Khidir.
  • Seorang murid dituntut untuk menjaga lisan dan lebih banyak bersabar saat belajar bersama seorang guru.
  • Terdapat rahasia ilmu dan kehendak Allah di balik peristiwa yang kadang tidak dapat langsung dipahami manusia.

Pengaturan

Bahasa

Pengaturan Font

Jenis Font Arab

Ukuran Font Arab

24

Ukuran Font Terjemahan

18

Tata Letak Bacaan

Unduh Aplikasi - আল হাদিস (Al Hadith)

App Banner

Jadilah Pendukung Penyebaran Ilmu Islam

Dukungan rutin Anda akan membantu kami menyampaikan dakwah Islam kepada saudara-saudari kita. Bergabunglah dalam misi kami dan jadilah bagian dari perubahan besar.

Dukung Kami