Shahih Bukhari Hadits 2542 - Ketentuan Pembagian Warisan dalam Islam
Syariat Faraid dan Aturan Baru Pembagian Warisan
Shahih Bukhari : 2542
Shahih BukhariNomor Hadis 2542
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ عَنْ وَرْقَاءَ عَنْ ابْنِ أَبِي نَجِيحٍ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ كَانَ الْمَالُ لِلْوَلَدِ وَكَانَتْ الْوَصِيَّةُ لِلْوَالِدَيْنِ فَنَسَخَ اللَّهُ مِنْ ذَلِكَ مَا أَحَبَّ فَجَعَلَ لِلذَّكَرِ مِثْلَ حَظِّ الْأُنْثَيَيْنِ وَجَعَلَ لِلْأَبَوَيْنِ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا السُّدُسَ وَجَعَلَ لِلْمَرْأَةِ الثُّمُنَ وَالرُّبُعَ وَلِلزَّوْجِ الشَّطْرَ وَالرُّبُعَ
Ibnu Abbas Diriwayatkan dari:
Dahulu harta warisan menjadi milik anak sedangkan wasiat hak kedua orang tua. Kemudian Allah menghapus ketentuan ini dengan yang lebih disenangi-Nya. Maka Allah menjadikan bagian warisan anak laki-laki dua kali dari bagian anak perempuan dan untuk kedua orang tua masing-masing mendapat seperenam sedangkan untuk istri seperdelapan atau seperempat sedangkan suami mendapat setengah atau seperempat.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Aturan pembagian warisan dalam Islam adalah murni ketetapan dari Allah.
- Anak laki-laki mendapat bagian dua kali lipat karena memiliki kewajiban menafkahi keluarga.
- Setiap ahli waris seperti orang tua dan pasangan suami istri telah diberikan jatah pasti sesuai syariat.
