Shahih Bukhari Hadits 2714 - Doa Nabi Saat Tertinggal Shalat Wustha di Perang Ahzab
Kemarahan Nabi Saat Terlewat Shalat Akibat Perang Ahzab
Shahih Bukhari : 2714
Shahih BukhariNomor Hadis 2714
حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى أَخْبَرَنَا عِيسَى حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ عَبِيدَةَ عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ لَمَّا كَانَ يَوْمُ الْأَحْزَابِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَلَأَ اللَّهُ بُيُوتَهُمْ وَقُبُورَهُمْ نَارًا شَغَلُونَا عَنْ الصَّلَاةِ الْوُسْطَى حَتَّى غَابَتْ الشَّمْسُ
Ali Diriwayatkan dari:
Ketika terjadi perang Al Ahzab, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Semoga Allah memenuhi rumah dan kuburan mereka dengan api, karena mereka telah menyibukkan kita dari (tidak melaksanakan) shalat Al wushtha hingga matahari terbenam".
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Menjaga shalat Wustha (Ashar) memiliki kedudukan yang sangat tinggi dan diwanti-wanti untuk diprioritaskan.
- Dalam kondisi ancaman fisik luar biasa yang mengancam nyawa, waktu pelaksanaan shalat bisa mengalami penundaan.
- Nabi menunjukkan rasa sedih dan kecewa yang berat setiap kali kaumnya dihalang-halangi untuk menyembah Allah.
