Shahih Bukhari Hadits 2779 - Derita Sejenak dalam Perjalanan Jauh
Nasihat Nabi: Jangan Terlalu Lama di Perantauan Jika Sudah Beres
Shahih Bukhari : 2779
Shahih BukhariNomor Hadis 2779
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ سُمَيٍّ مَوْلَى أَبِي بَكْرٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ السَّفَرُ قِطْعَةٌ مِنْ الْعَذَابِ يَمْنَعُ أَحَدَكُمْ نَوْمَهُ وَطَعَامَهُ وَشَرَابَهُ فَإِذَا قَضَى أَحَدُكُمْ نَهْمَتَهُ فَلْيُعَجِّلْ إِلَى أَهْلِهِ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Safar (bepergian) itu bagian (setengah) dari adzab (siksa) karena jika seorang dari kalian bepergian terkurangi tidur, makan dan minumnya. Apabila salah seorang dari kalian telah menyelesaikan urusannya (saat bepergian) hendaklah dia segera kembali kepada keluarganya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Capek fisik bawaan jalan keliling kota itu lumrah karena prosesnya sering membabat waktu bersantai harian para musafir.
- Kepulangan secepat mungkin ke kediaman pribadi ditunjuk sebagai rute aman dan solusi menenangkan diri sehabis misi luar tuntas.
- Suasana tentram dan senda gurau keluarga dalam rumah jauh lebih nikmat harganya dibanding numpang kasur hotel dalam masa lama.
