Shahih Bukhari Hadits 2854 - Doa Safar
Rangkaian Dzikir dan Doa Syukur Saat Kembali Ke Kampung Halaman
Shahih Bukhari : 2854
Shahih BukhariNomor Hadis 2854
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا جُوَيْرِيَةُ عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا قَفَلَ كَبَّرَ ثَلَاثًا قَالَ آيِبُونَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَائِبُونَ عَابِدُونَ حَامِدُونَ لِرَبِّنَا سَاجِدُونَ صَدَقَ اللَّهُ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ
Abdullah Diriwayatkan dari:
Adalah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam apabila kembali dari (bepergian) Beliau bertakbir tiga kali lalu berdo'a: Aayibuuna insya Allah taai'buuna 'aabiduuna haamiduuna li rabbinaa saajiduuna. Shodaqallahu wa'dahu wa nashara 'abdahu wa hazamal ahzaaba wahdah." (Kita kembali, insya Allah sebagai hamba yang bertaubat, ber'ibadah, memuji-Nya dan yang sujud untuk Rabb kita. Allah Maha Benar dengan janji-Nya, menolong hamba-Nya dan menghancurkan musuh-musuh-Nya sendirian).
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Sangat disunnahkan mengucapkan lafal takbir tiga kali pada saat rombongan sedang menempuh perjalanan pulang.
- Dianjurkan menghafal dan membaca doa pengakuan dosa dan rasa syukur sebagai adab kembali ke rumah.
- Musafir harus menjadikan perjalanan sebagai bahan intropeksi diri untuk segera bertaubat memohon ampunan Allah.
- Kemenangan maupun kemudahan di perjalanan wajib diakui sebagai bentuk perlindungan mutlak dari kehendak Allah.
