Shahih Bukhari Hadits 2855 - Melindungi Wanita
Panduan Etika Saat Kecelakaan di Jalan dan Menolong Kaum Wanita
Shahih Bukhari : 2855
Shahih BukhariNomor Hadis 2855
حَدَّثَنَا أَبُو مَعْمَرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ قَالَ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَقْفَلَهُ مِنْ عُسْفَانَ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى رَاحِلَتِهِ وَقَدْ أَرْدَفَ صَفِيَّةَ بِنْتَ حُيَيٍّ فَعَثَرَتْ نَاقَتُهُ فَصُرِعَا جَمِيعًا فَاقْتَحَمَ أَبُو طَلْحَةَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ جَعَلَنِي اللَّهُ فِدَاءَكَ قَالَ عَلَيْكَ الْمَرْأَةَ فَقَلَبَ ثَوْبًا عَلَى وَجْهِهِ وَأَتَاهَا فَأَلْقَاهُ عَلَيْهَا وَأَصْلَحَ لَهُمَا مَرْكَبَهُمَا فَرَكِبَا وَاكْتَنَفْنَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا أَشْرَفْنَا عَلَى الْمَدِينَةِ قَالَ آيِبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ فَلَمْ يَزَلْ يَقُولُ ذَلِكَ حَتَّى دَخَلَ الْمَدِينَةَ
Anas bin Malik Diriwayatkan dari:
Kami pernah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam saat Beliau kembali dari 'Usfan, ketika itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berada diatas tunggangan Beliau dengan memboncengkan Shofiyah binti Huyay. Kemudian unta Beliau tergelincir sehingga membanting keduanya.Abu Tholhah pun bergegas membantunya dengan berujar: "Wahai Rasulullah, biarlah Allah menjadikan aku sebagai tebusan baginda". Beliau berkata: "Sebaiknya kamu menolong wanita". Maka Abu Tholhah menutup wajahnya dengan selembar baju lalu mendatangi Shofiyah dan melempar baju itu untuknya kemudian dia memperbaiki pelana hewan tunggangan itu, lalu Beliau dan Shofiyah dapat mengendarainya. Akhirnya kami dapat menolong Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.Ketika hampir tiba di Madinah, Beliau berdo'a: "Aayibuuna taa'ibuuna 'aabiduuna li robbinaa haamiduuna." (Kita kembali sebagai hamba yang bertaubat, ber'ibadah kepada Robb kita dan memuji-Nya). Beliau terus saja membaca do'a itu hingga memasuki kota Madinah.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Kepala keluarga wajib mendahulukan keselamatan istri atau perempuan saat terjadi bahaya musibah kecelakaan bersama.
- Menundukkan pandangan wajah (ghaddul bashar) tetap wajib dilakukan meski sedang panik membantu wanita yang kecelakaan.
- Menjadi sebuah kewajiban moral segera menutupi aurat orang lain yang tidak sengaja tersingkap saat terjatuh.
- Rutinkan membaca zikir perlindungan secara konsisten saat rombongan mulai melihat daerah batas kota.
