Shahih Bukhari Hadits 2894 - Niat Benar dalam Berjuang: Meninggikan Kalimat Allah
Berperang Demi Harta Atau Pujian? Inilah Standar Jihad Sejati
Shahih Bukhari : 2894
Shahih BukhariNomor Hadis 2894
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَمْرٍو قَالَ سَمِعْتُ أَبَا وَائِلٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو مُوسَى الْأَشْعَرِيُّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ أَعْرَابِيٌّ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّجُلُ يُقَاتِلُ لِلْمَغْنَمِ وَالرَّجُلُ يُقَاتِلُ لِيُذْكَرَ وَيُقَاتِلُ لِيُرَى مَكَانُهُ مَنْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَقَالَ مَنْ قَاتَلَ لِتَكُونَ كَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ الْعُلْيَا فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
Abu Musa Al Asy'ariy Diriwayatkan dari:
Ada seorang Arab Baduy berkata kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: "Ada seseorang berperang untuk mendapatkan ghanimah, seseorang yang lain agar menjadi terkenal dan seseorang yang lain lagi untuk dilihat kedudukannya, manakah yang disebut fii sabilillah?" Maka Beliau bersabda: "Siapa yang berperang untuk meninggikan kalimat Allah dialah yang disebut fii sabilillah."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Keikhlasan niat adalah penentu utama diterimanya sebuah amalan raksasa seperti jihad fisik membela agama.
- Mencampuradukkan niat ibadah dengan motif mencari harta (ghanimah) atau popularitas akan menghancurkan nilai pahala ibadah tersebut.
- Esensi dari seluruh perjuangan dakwah umat Islam hanyalah untuk meninggikan dan membela firman Allah.
