Shahih Bukhari Hadits 2999 - Jeda Turunnya Wahyu Pertama
Kisah Masa Kekosongan Wahyu dan Jibril Duduk di Atas Kursi Langit
Shahih Bukhari : 2999
Shahih BukhariNomor Hadis 2999
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ قَالَ حَدَّثَنِي عُقَيْلٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا سَلَمَةَ قَالَ أَخْبَرَنِي جَابِرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ ثُمَّ فَتَرَ عَنِّي الْوَحْيُ فَتْرَةً فَبَيْنَا أَنَا أَمْشِي سَمِعْتُ صَوْتًا مِنْ السَّمَاءِ فَرَفَعْتُ بَصَرِي قِبَلَ السَّمَاءِ فَإِذَا الْمَلَكُ الَّذِي جَاءَنِي بِحِرَاءٍ قَاعِدٌ عَلَى كُرْسِيٍّ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ فَجُئِثْتُ مِنْهُ حَتَّى هَوَيْتُ إِلَى الْأَرْضِ فَجِئْتُ أَهْلِي فَقُلْتُ زَمِّلُونِي زَمِّلُونِي فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى { يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ قُمْ فَأَنْذِرْ إِلَى قَوْلِهِ وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ } قَالَ أَبُو سَلَمَةَ وَالرِّجْزُ الْأَوْثَانُ
Jabir bin Abdullah Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Kemudian wahyu berhenti turun kepadaku pada masa tertentu hingga ketika aku sedang berjalan, aku mendengar suara dari langit. Maka aku mengarahkan pandanganku menghadap langit yang ternyata ada malaikat yang pernah datang kepadaku di Gua Hira sedang duduk di atas Kursiy antara langit dan bumi. Aku menjadi sangat takut karenanya hingga aku ingin lepas dari bumi. Lalu aku mendatangi keluargaku sambil mengatakan: "Selimuti aku, selimuti aku".Maka kemudian Allah Ta'ala menurunkan firman-Nya (Wahai orang yang berselimut, bangun dan berilah peringatan) hingga firman-Nya (Dan berhala-berhala itu maka tinggalkanlah) (QS. Al-Mudatstsir: 1-5).Abu Salanah berkata: "Ar-Rujza artinya berhala-berhala."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Wahyu Al-Qur'an pernah mengalami masa jeda turun setelah pertama kali disampaikan di Gua Hira.
- Nabi Muhammad sebagai manusia biasa bisa merasa sangat takut saat melihat langsung wujud malaikat Jibril yang megah.
- Dukungan keluarga di rumah sangat penting untuk menenangkan mental utusan Allah.
- Turunnya surat Al-Mudatstsir menandai dimulainya perintah resmi untuk berdakwah secara terang-terangan.
