Shahih Bukhari Hadits 3103 - Pembersihan Ka'bah dari Syiar Kesyirikan
Menjaga Kemurnian Tauhid dari Fitnah Kesyirikan
Shahih Bukhari : 3103
Shahih BukhariNomor Hadis 3103
حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى أَخْبَرَنَا هِشَامٌ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا رَأَى الصُّوَرَ فِي الْبَيْتِ لَمْ يَدْخُلْ حَتَّى أَمَرَ بِهَا فَمُحِيَتْ وَرَأَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ عَلَيْهِمَا السَّلَام بِأَيْدِيهِمَا الْأَزْلَامُ فَقَالَ قَاتَلَهُمْ اللَّهُ وَاللَّهِ إِنْ اسْتَقْسَمَا بِالْأَزْلَامِ قَطُّ
Ibnu Abbas Diriwayatkan dari:
Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melihat patung di dalam Al-Bait (Ka'bah) Beliau tidak memasukinya hingga Beliau perintahkan agar dibersihkan. Dan Beliau melihat ada patung Nabi Ibrahim dan Isma'il yang pada tangan keduanya ada azlam (anak panah), maka Beliau bersabda: "Semoga Allah membinasakan mereka. Demi Allah keduanya sama sekali tidak pernah (mengajarkan) mengundi nasib (dengan melempar anak panah)."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Menghancurkan berhala atau simbol kesyirikan di tempat ibadah adalah tindakan yang disyariatkan dalam Islam.
- Para nabi, termasuk Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, sama sekali tidak pernah mengajarkan perbuatan mengundi nasib.
- Membela nama baik para nabi dari tuduhan buruk yang diada-adakan oleh orang-orang kafir adalah sebuah keharusan.
