Shahih Bukhari Hadits 3197 - Larangan Meniru
Peringatan Agar Tidak Meniru Gaya Hidup Orang Yahudi dan Nasrani
Shahih Bukhari : 3197
Shahih BukhariNomor Hadis 3197
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ حَدَّثَنَا أَبُو غَسَّانَ قَالَ حَدَّثَنِي زَيْدُ بْنُ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ
Abu Sa'id Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Kalian pasti akan mengikuti kebiasaan-kebiasaan orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta hingga seandainya mereka menempuh (masuk) ke dalam lubang biawak kalian pasti akan mengikutinya." Kami bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah yang engkau maksud Yahudi dan Nashrani?" Beliau menjawab: "Siapa lagi (kalau bukan mereka)?"
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Umat Islam harus bangga dengan ajaran agamanya sendiri dan mempertahankan jati diri di tengah arus modernisasi dan budaya luar.
- Meniru-niru kebiasaan buruk kaum luar yang bertentangan dengan ajaran agama adalah tanda lemahnya keimanan seseorang.
- Penting untuk memahami batasan mana budaya asing yang bermanfaat dan mana tradisi keagamaan yang wajib dihindari.
