Shahih Bukhari Hadits 3334 - Panduan Diam dan Pasif Saat Terjadi Fitnah Huru-Hara
Sikap Ideal Saat Huru-Hara: Pasif dan Berlindung dari Konflik
Shahih Bukhari : 3334
Shahih BukhariNomor Hadis 3334
حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ الْأُوَيْسِيُّ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ عَنْ صَالِحِ بْنِ كَيْسَانَ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ ابْنِ الْمُسَيَّبِ وَأَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَتَكُونُ فِتَنٌ الْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنْ الْقَائِمِ وَالْقَائِمُ فِيهَا خَيْرٌ مِنْ الْمَاشِي وَالْمَاشِي فِيهَا خَيْرٌ مِنْ السَّاعِي وَمَنْ يُشْرِفْ لَهَا تَسْتَشْرِفْهُ وَمَنْ وَجَدَ مَلْجَأً أَوْ مَعَاذًا فَلْيَعُذْ بِهِ وَعَنْ ابْنِ شِهَابٍ حَدَّثَنِي أَبُو بَكْرِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْحَارِثِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ مُطِيعِ بْنِ الْأَسْوَدِ عَنْ نَوْفَلِ بْنِ مُعَاوِيَةَ مِثْلَ حَدِيثِ أَبِي هُرَيْرَةَ هَذَا إِلَّا أَنَّ أَبَا بَكْرٍ يَزِيدُ مِنْ الصَّلَاةِ صَلَاةٌ مَنْ فَاتَتْهُ فَكَأَنَّمَا وُتِرَ أَهْلَهُ وَمَالَهُ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Akan terjadi fitnah yang ketika itu orang yang duduk lebih baik dari pada orang yang berdiri, dan orang yang berdiri lebih baik dari pada orang yang berjalan, dan orang yang berjalan lebih baik dari pada orang yang berlari, dan siapa yang ingin melihat fitnah itu, maka fitnah itu akan mengintainya, siapa yang menemukan tempat pertahanan atau tempat perlindungan, hendaklah dia berlindung kepadanya."Dan dari [Ibnu Syihab], telah bercerita kepadaku [Abu Bakr bin "Abdurrahman bin Al Harits] dari [Abdurrahman bin Muthi' bin Al Aswad] dari [Naufal bin Mu'awiyah] seperti matan hadits Abu Hurairah ini hanya saja disana Abu Bakar menambahkan: "Dan diantara shalat ada satu shalat yang apabila seseorang meninggalkannya seakan-akan dia kehilangan keluarga dan hartanya." (Yang dimaksud shalat disini adalah shalat 'Ashar sebagaimana yang diriwayatkan dari Ibnu 'Umar. -pent.)
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Jalan keluar terbaik untuk merespons percekcokan berdarah sesama muslim adalah dengan bersikap pasif dan menjauhi sumber keributan.
- Setiap partisipasi yang tidak dilandasi kejelasan pihak mana yang benar akan membawa seseorang masuk ke dalam kerugian spiritual.
- Kedudukan shalat wajib tidak boleh sampai ditinggalkan meski di waktu-waktu krisis, karena ancaman balasannya amatlah berat.
