Shahih Bukhari Hadits 3338 - Panduan Lengkap Hudzaifah Menghadapi Berbagai Fitnah
Panduan Paling Lengkap Untuk Berpegang Teguh di Masa Krisis Kesesatan
Shahih Bukhari : 3338
Shahih BukhariNomor Hadis 3338
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ قَالَ حَدَّثَنِي ابْنُ جَابِرٍ قَالَ حَدَّثَنِي بُسْرُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ الْحَضْرَمِيُّ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيُّ أَنَّهُ سَمِعَ حُذَيْفَةَ بْنَ الْيَمَانِ يَقُولُ كَانَ النَّاسُ يَسْأَلُونَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْخَيْرِ وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنْ الشَّرِّ مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِي فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا كُنَّا فِي جَاهِلِيَّةٍ وَشَرٍّ فَجَاءَنَا اللَّهُ بِهَذَا الْخَيْرِ فَهَلْ بَعْدَ هَذَا الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ قُلْتُ وَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الشَّرِّ مِنْ خَيْرٍ قَالَ نَعَمْ وَفِيهِ دَخَنٌ قُلْتُ وَمَا دَخَنُهُ قَالَ قَوْمٌ يَهْدُونَ بِغَيْرِ هَدْيِي تَعْرِفُ مِنْهُمْ وَتُنْكِرُ قُلْتُ فَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ دُعَاةٌ إِلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا قَذَفُوهُ فِيهَا قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا فَقَالَ هُمْ مِنْ جِلْدَتِنَا وَيَتَكَلَّمُونَ بِأَلْسِنَتِنَا قُلْتُ فَمَا تَأْمُرُنِي إِنْ أَدْرَكَنِي ذَلِكَ قَالَ تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَإِمَامَهُمْ قُلْتُ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُمْ جَمَاعَةٌ وَلَا إِمَامٌ قَالَ فَاعْتَزِلْ تِلْكَ الْفِرَقَ كُلَّهَا وَلَوْ أَنْ تَعَضَّ بِأَصْلِ شَجَرَةٍ حَتَّى يُدْرِكَكَ الْمَوْتُ وَأَنْتَ عَلَى ذَلِكَ
Hudzaifah bin Al Yaman Diriwayatkan dari:
Orang-orang bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang perkara-perkara kebaikan sedangkan aku bertanya kepada beliau tentang keburukan karena aku takut akan menimpaku. Aku bertanya: "Wahai Rasulullah, dahulu kami berada pada masa jahiliyyah dan keburukan, lalu Allah mendatangkan kebaikan ini kepada kami, apakah setelah kebaikan ini akan datang keburukan?" Beliau menjawab: "Ya".Aku bertanya lagi: "Apakah setelah keburukan itu akan datang lagi kebaikan?" Beliau menjawab: "Ya, akan tetapi di dalamnya ada dukhn (kotorannya)." Aku bertanya lagi: "Apa kotorannya itu?" Beliau menjawab: "Yaitu suatu kaum yang memimpin tanpa mengikuti petunjukku, kamu mengenalnya tapi sekaligus kamu ingkari."Aku kembali bertanya: "Apakah setelah kebaikan (yang ada kotorannya itu) akan timbul lagi keburukan?" Beliau menjawab: "Ya, yaitu para penyeru yang mengajak ke pintu jahannam. Siapa yang memenuhi seruan mereka maka akan dilemparkan ke dalamnya." Aku kembali bertanya: "Wahai Rasulullah, berikan sifat-sifat (ciri-ciri) mereka kepada kami?" Beliau menjelaskan: "Mereka itu berasal dari kulit-kulit kalian dan berbicara dengan bahasa kalian."Aku katakan: "Apa yang anda perintahkan kepadaku bila aku menemui (zaman) keburukan itu?" Beliau menjawab: "Kamu tetap berpegang (bergabung) kepada jama'atul muslimin dan pemimpin mereka." Aku kembali berkata: "Jika saat itu tidak ada jama'atul muslimin dan juga tidak ada pemimpin (Islam)?" Beliau menjawab: "Kamu tinggalkan seluruh firqah (kelompok/golongan) sekalipun kamu harus memakan akar pohon hingga maut menjemputmu dan kamu tetap berada di dalam keadaan itu (berpegang kepada kebenaran)."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Mempertahankan barisan dan kesatuan kaum Muslim sangat diutamakan demi menghalau godaan orang yang mengajak pada perpecahan.
- Tokoh berbakat yang tampak pintar bicara agama belum tentu aman diikuti karena banyak yang malah merusak akidah masyarakat dari dalam.
- Bila kondisi bingung dan saling menyesatkan terjadi, menjaga ibadah personal dan tidak memihak faksi mana pun adalah langkah paling bijak.
