Shahih Bukhari Hadits 1847 - Mengganti Puasa Terlewat di Akhir Bulan Sya'ban
Panduan Rasulullah Mengganti Puasa Rutin di Akhir Bulan
Shahih Bukhari : 1847
Shahih BukhariNomor Hadis 1847
حَدَّثَنَا الصَّلْتُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا مَهْدِيٌّ عَنْ غَيْلَانَ ح و حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ حَدَّثَنَا مَهْدِيُّ بْنُ مَيْمُونٍ حَدَّثَنَا غَيْلَانُ بْنُ جَرِيرٍ عَنْ مُطَرِّفٍ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ سَأَلَهُ أَوْ سَأَلَ رَجُلًا وَعِمْرَانُ يَسْمَعُ فَقَالَ يَا أَبَا فُلَانٍ أَمَا صُمْتَ سَرَرَ هَذَا الشَّهْرِ قَالَ أَظُنُّهُ قَالَ يَعْنِي رَمَضَانَ قَالَ الرَّجُلُ لَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَإِذَا أَفْطَرْتَ فَصُمْ يَوْمَيْنِ لَمْ يَقُلْ الصَّلْتُ أَظُنُّهُ يَعْنِي رَمَضَانَ قَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ وَقَالَ ثَابِتٌ عَنْ مُطَرِّفٍ عَنْ عِمْرَانَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ سَرَرِ شَعْبَانَ
Imran bin Hushain Diriwayatkan dari:
Telah menceritakan kepada kami [Ash-Shalt bin Muhammad] telah menceritakan kepada kami [Mahdi] dari [Ghaylan]. Dan diriwayatkan pula, telah menceritakan kepada kami Abu An Nu'man telah menceritakan kepada kami [Mahdiy bin Maymun] telah menceritakan kepada kami [Ghaylan bin Jarir] dari [Muthrib] dari 'Imran bin Hushain radliyallahu 'anhuma dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bahwaBeliau bertanya kepadanya atau Beliau bertanya kepada seseorang yang 'Imran mendengarnya, Beliau berkata: "Wahai bapaknya Fulan, apakah kamu berpuasa pada hari-hari terakhir bulan ini?" 'Imran berkata: Aku menduga yang Beliau maksud adalah bulan Ramadhan. Orang yang ditanya menjawab: "Tidak, wahai Rasulullah." Beliau berkata: "Jika kamu berbuka (tidak puasa) maka kamu harus puasa dua hari (pada hari lain)."Ash Shalt tidak berkata: "Aku menduga, bulan Ramadhan". Abu 'Abdullah (Al Bukhariy) berkata: Dan berkata Tsabit dari Mutharrif dari 'Imran dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: "Pada hari-hari akhir bulan Sya'ban."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Sangat dianjurkan untuk mengganti (mengqadha) ibadah puasa sunnah yang sudah menjadi kebiasaan apabila terlewatkan karena halangan.
- Bertanya kepada orang lain mengenai amalan ibadah mereka adalah bentuk perhatian positif dari seorang guru atau pemimpin.
- Memperbanyak puasa sunnah di hari-hari akhir bulan Sya'ban adalah salah satu amalan yang dicontohkan pada masa kenabian.
- Sikap konsisten dalam menjaga amal ibadah sangat ditekankan, sehingga dianjurkan membayarnya di lain waktu jika terputus.
