Shahih Bukhari Hadits 3490 - Cinta Nabi kepada Aisyah Menjelang Wafat
Menjelang Wafat, Hati Nabi Selalu Tertuju Pada Aisyah
Shahih Bukhari : 3490
Shahih BukhariNomor Hadis 3490
حَدَّثَنِي عُبَيْدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا كَانَ فِي مَرَضِهِ جَعَلَ يَدُورُ فِي نِسَائِهِ وَيَقُولُ أَيْنَ أَنَا غَدًا أَيْنَ أَنَا غَدًا حِرْصًا عَلَى بَيْتِ عَائِشَةَ قَالَتْ عَائِشَةُ فَلَمَّا كَانَ يَوْمِي سَكَنَ
Telah bercerita kepadaku ['Ubaid bin Isma'il] telah bercerita kepada kami [Abu Usamah] dari [Hisyam] dari [bapaknya] bahwaRasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika menderita sakit, beliau bergilir tinggal di rumah istri-istri beliau dan berkata: "Besok aku tinggal dimana, besok aku tinggal dimana?" (menunjukkan kegelisahan beliau) karena sangat ingin tinggal di rumah 'Aisyah. 'Aisyah berkata: "Ketika giliran hariku, beliau menjadi tenang."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Menunjukkan rasa cinta atau rasa nyaman yang lebih kepada salah satu istri adalah hal wajar bagi seorang suami.
- Kedudukan spesial Aisyah yang dipilih Nabi sebagai tempat bersandar dalam menghabiskan hari-hari terakhirnya.
- Pentingnya memberikan ketenangan fisik dan batin bagi orang sakit melalui kehadiran orang yang paling ia cintai.
