Shahih Bukhari Hadits 3566 - Taubat Dosa Membunuh
Penjelasan Hadits Tentang Taubat dan Ancaman Bagi Pelaku Pembunuhan
Shahih Bukhari : 3566
Shahih BukhariNomor Hadis 3566
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ مَنْصُورٍ حَدَّثَنِي سَعِيدُ بْنُ جُبَيْرٍ أَوْ قَالَ حَدَّثَنِي الْحَكَمُ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ قَالَ أَمَرَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبْزَى قَالَ سَلْ ابْنَ عَبَّاسٍ عَنْ هَاتَيْنِ الْآيَتَيْنِ مَا أَمْرُهُمَا { وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ } { وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا } فَسَأَلْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ فَقَالَ لَمَّا أُنْزِلَتْ الَّتِي فِي الْفُرْقَانِ قَالَ مُشْرِكُو أَهْلِ مَكَّةَ فَقَدْ قَتَلْنَا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ وَدَعَوْنَا مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَقَدْ أَتَيْنَا الْفَوَاحِشَ فَأَنْزَلَ اللَّهُ { إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ } الْآيَةَ فَهَذِهِ لِأُولَئِكَ وَأَمَّا الَّتِي فِي النِّسَاءِ الرَّجُلُ إِذَا عَرَفَ الْإِسْلَامَ وَشَرَائِعَهُ ثُمَّ قَتَلَ فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ فَذَكَرْتُهُ لِمُجَاهِدٍ فَقَالَ إِلَّا مَنْ نَدِمَ
Sa'id bin Jubair Diriwayatkan dari:
'Abdurrahman bin Abza menyuruhku, katanya: "Tanyalah kepada Ibnu 'Abbas tentang dua ayat ini dan apa maksudnya, yaitu yang pertama firman Allah(Dan janganlah kalian membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan haq (alasan yang benar)) (QS. Al Isra`: 33)dan yang kedua firman Allah(Dan barangsiapa yang membunuh orang beriman dengan sengaja) (QS. An Nisaa': 93). Maka aku bertanya kepada Ibnu 'Abbas, maka dia menjelaskan: Ketika turun firman Allah yang serupa ini pada surah Al Furqan, orang-orang musyrik penduduk Makkah berkata: "Sungguh kita telah membunuh jiwa yang diharamkan Allah dan kita juga menyembah selain Allah dan kita telah banyak berbuat maksiat, maka Allah menurunkan firman-Nya yang artinya:(kecuali siapa yang bertaubat dan beriman) (QS. Al Furqan: 70). Nah, ayat-ayat ini turun untukmereka. Adapun ayat yang ada dalam surah An Nisaa' adalah bila seseorang telah mengenal Islam dan syari'atnya, kemudian dia membunuh seseorang dengan sengaja maka balasan baginya adalah neraka jahannam." Kemudian keterangan ini aku sampaikan kepada Mujahid maka dia berkata: "Kecuali siapa yang menyesali perbuatannya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Allah mengampuni dosa masa lalu berupa kesyirikan dan pembunuhan bagi orang musyrik yang bertaubat dan masuk Islam.
- Membunuh seorang mukmin dengan sengaja setelah memahami syariat Islam diancam dengan azab neraka Jahanam yang pedih.
- Rasa penyesalan yang sangat dalam atas perbuatan maksiat adalah bagian tak terpisahkan dari proses taubat.
