Shahih Bukhari Hadits 3681 - Penjelasan Siksa Kubur
Kesalahpahaman Tentang Siksa Kubur Akibat Tangisan Keluarga
Shahih Bukhari : 3681
Shahih BukhariNomor Hadis 3681
حَدَّثَنِي عُبَيْدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ ذُكِرَ عِنْدَ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ ابْنَ عُمَرَ رَفَعَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الْمَيِّتَ يُعَذَّبُ فِي قَبْرِهِ بِبُكَاءِ أَهْلِهِ فَقَالَتْ وَهَلَ إِنَّمَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّهُ لَيُعَذَّبُ بِخَطِيئَتِهِ وَذَنْبِهِ وَإِنَّ أَهْلَهُ لَيَبْكُونَ عَلَيْهِ الْآنَ قَالَتْ وَذَاكَ مِثْلُ قَوْلِهِ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَامَ عَلَى الْقَلِيبِ وَفِيهِ قَتْلَى بَدْرٍ مِنْ الْمُشْرِكِينَ فَقَالَ لَهُمْ مَا قَالَ إِنَّهُمْ لَيَسْمَعُونَ مَا أَقُولُ إِنَّمَا قَالَ إِنَّهُمْ الْآنَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّ مَا كُنْتُ أَقُولُ لَهُمْ حَقٌّ ثُمَّ قَرَأَتْ { إِنَّكَ لَا تُسْمِعُ الْمَوْتَى } { وَمَا أَنْتَ بِمُسْمِعٍ مَنْ فِي الْقُبُورِ } يَقُولُ حِينَ تَبَوَّءُوا مَقَاعِدَهُمْ مِنْ النَّارِ
Telah menceritakan kepadaku ['Ubaid bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] dari [Hisyam] dari [bapaknya] berkata:Diceritakan di hadapan 'Aisyah radliyallahu 'anha bahwa Ibnu 'Umar menganggap bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Bahwa orang yang telah mati akan disiksa didalam kuburnya disebabkan tangisan keluarganya." Maka 'Aisyah berkata: "Tidak begitu. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya seseorang disiksa karena kesalahan dan dosanya dan sesungguhnya keluarganya menangisinya sekarang." 'Aisyah menambahkan: "Dan itu seperti sabda beliau dimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri di pinggir lubang (Badar) yang didalamnya ada jasad orang musyrikin yang terbunuh, beliau berbicara kepada mereka, tapi beliau tidak berkata: "Sungguh mereka mendengar apa yang aku ucapkan." Beliau katakan: "Sesungguhnya sekarang mereka baru mengetahui bahwa apa yang aku katakan (risalahku) kepada mereka adalah benar." Kemudian 'Aisyah membaca firman Allah: {INNAKA LAA TUSMI'UL MAUTAA} (Sesungguhnya kamu tidak dapat menjadikan orang yang sudah mati dapat mendengar) (QS. An-Naml: 80). {WAMAA ANTA BIMUSMI'IN MAN FIL QUBUURI} (Dan kamu juga tidak dapat mendengar orang yang ada di dalam qubur) (QS. Fathir: 22). 'Urwah berkata: "Ketika mereka menempati tempat duduk mereka di neraka."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Seseorang akan dimintai pertanggungjawaban di alam kubur murni atas dosa-dosanya sendiri, bukan karena tangisan keluarganya.
- Orang yang sudah meninggal tidak lagi bisa mendengar ucapan orang hidup di dunia, sesuai dengan dalil Al-Qur'an yang dibacakan oleh Aisyah.
- Pentingnya melakukan tabayyun atau pengecekan terhadap sebuah riwayat atau pemahaman agar tidak terjadi kekeliruan dalam beragama.
