Sunan Ibnu Majah Hadits 1502 - Shalat Jenazah Syuhada Uhud
Tata Cara Shalat Jenazah Syuhada Perang Uhud
Sunan Ibnu Majah : 1502
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 1502
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي زِيَادٍ عَنْ مِقْسَمٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ أُتِيَ بِهِمْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ أُحُدٍ فَجَعَلَ يُصَلِّي عَلَى عَشَرَةٍ عَشَرَةٍ وَحَمْزَةُ هُوَ كَمَا هُوَ يُرْفَعُونَ وَهُوَ كَمَا هُوَ مَوْضُوعٌ
Ibnu Abbas Diriwayatkan dari:
Pada perang Uhud, mereka (para sahabat yang mati syahid) dibawa ke hadapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Kemudian beliau menshalatkan mereka sepuluh orang-sepuluh orang, jenazah-jenazah itu diangkat silih berganti, sementara Hamzah masih dalam posisi semula (hingga ia dishalati berulang-ulang).
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Rasulullah menyalatkan para syuhada Uhud secara berkelompok, masing-masing sepuluh orang sekaligus.
- Jenazah Hamzah bin Abdul Muthalib mendapat keutamaan khusus dengan dishalatkan berulang kali bersama kelompok jenazah lainnya.
- Boleh menyalatkan jenazah secara kolektif atau bersamaan dalam satu waktu jika kondisinya mendesak seperti dalam situasi perang.
