Sunan Ibnu Majah Hadits 1543 - Liang Lahad untuk Umat Islam
Ketentuan Liang Lahad dan Lubang Tengah Menurut Sabda Rasulullah
Sunan Ibnu Majah : 1543
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 1543
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا حَكَّامُ بْنُ سَلْمٍ الرَّازِيُّ قَالَ سَمِعْتُ عَلِيَّ بْنَ عَبْدِ الْأَعْلَى يَذْكُرُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّحْدُ لَنَا وَالشَّقُّ لِغَيْرِنَا
Ibnu Abbas Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Liang lahad itu untuk kita, sedang lubang (di tengah) untuk selain kita."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Liang lahad adalah model galian makam yang dikhususkan atau diutamakan bagi umat Islam.
- Model galian lubang tengah (syaq) merupakan cara pemakaman bagi orang-orang di luar Islam.
- Hadits ini menjadi dasar keutamaan mendahulukan pembuatan lahad daripada bentuk galian lainnya jika kondisi tanah memungkinkan.
