Sunan Ibnu Majah Hadits 1635 - Larangan Puasa Pada Hari Syak
Hukum Berpuasa pada Hari Syak Menurut Penjelasan Sahabat Ammar
Sunan Ibnu Majah : 1635
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 1635
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا أَبُو خَالِدٍ الْأَحْمَرُ عَنْ عَمْرِو بْنِ قَيْسٍ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ صِلَةَ بْنِ زُفَرَ قَالَ كُنَّا عِنْدَ عَمَّارٍ فِي الْيَوْمِ الَّذِي يُشَكُّ فِيهِ فَأُتِيَ بِشَاةٍ فَتَنَحَّى بَعْضُ الْقَوْمِ فَقَالَ عَمَّارٌ مَنْ صَامَ هَذَا الْيَوْمَ فَقَدْ عَصَى أَبَا الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Shillah bin Zufar Diriwayatkan dari:
Kami di samping Ammar pada hari Syak (ragu untuk berpuasa). Lalu didatangkanlah seekor kambing sementara sebagian orang menyingkir. [Ammar] berseru: "Barangsiapa berpuasa pada hari ini, maka ia telah bermaksiat kepada Abul Qasim shallallahu 'alaihi wa sallam."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Hari syak adalah hari yang meragukan mengenai mulanya awal Ramadhan, dan sengaja berpuasa pada hari itu dilarang.
- Berpuasa pada hari syak dihukumi sebagai tindakan maksiat terhadap tuntunan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.
- Umat Islam diajarkan untuk tidak berlebih-lebihan dalam bersikap hati-hati hingga melanggar batasan syariat yang jelas.
