Sunan Ibnu Majah Hadits 1660 - Ketentuan Qadha Puasa bagi Wanita Haid
Panduan Qadha Puasa Bagi Wanita Haid Sesuai Sunnah Rasulullah
Sunan Ibnu Majah : 1660
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 1660
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ عَنْ عُبَيْدَةَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كُنَّا نَحِيضُ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَأْمُرُنَا بِقَضَاءِ الصَّوْمِ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Kami pernah mengalami haidl di masa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu beliau memerintahkan kami untuk mengqadla puasa.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Wanita yang sedang mengalami haid di masa puasa Ramadhan diperintahkan untuk mengganti (mengqadha) puasa tersebut di hari lain.
- Perintah untuk mengqadha ini bersumber langsung dari arahan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kepada para sahabiyah.
- Hadits ini memberikan keringanan sekaligus kejelasan aturan hukum ibadah bagi wanita yang sedang dalam keadaan tidak suci.
