Sunan Ibnu Majah Hadits 1666 - Perbedaan Muntah Sengaja dan Tidak Sengaja saat Puasa

Hukum Fikih Puasa: Perbedaan Antara Muntah Alami dan Sengaja

Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 1666

حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْكَرِيمِ حَدَّثَنَا الْحَكَمُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ ح و حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ سُلَيْمَانَ أَبُو الشَعْثَاءِ حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ غِيَاثٍ جَمِيعًا عَنْ هِشَامٍ عَنْ ابْنِ سِيرِينَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ ذَرَعَهُ الْقَيْءُ فَلَا قَضَاءَ عَلَيْهِ وَمَنْ اسْتَقَاءَ فَعَلَيْهِ الْقَضَاءُ

Abu Hurairah Diriwayatkan dari:

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda:"Barangsiapa terkalahkan oleh muntah maka tidak ada kewajiban mengqadla atasnya, tetapi barangsiapa memaksakan diri untuk muntah maka ia wajib mengqadla."

Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini

  • Muntah yang terjadi secara alami atau tidak disengaja tidak merusak keabsahan puasa dan tidak wajib diqadha.
  • Sengaja memancing muntah agar keluar merupakan perkara yang membatalkan puasa dan mengharuskan pelakunya membayar qadha.
  • Niat dan tindakan kesengajaan menjadi penentu utama dalam status batal atau tidaknya puasa dalam perkara muntah.

Pengaturan

Bahasa

Pengaturan Font

Jenis Font Arab

Ukuran Font Arab

24

Ukuran Font Terjemahan

18

Tata Letak Bacaan

Unduh Aplikasi - আল হাদিস (Al Hadith)

App Banner

Jadilah Pendukung Penyebaran Ilmu Islam

Dukungan rutin Anda akan membantu kami menyampaikan dakwah Islam kepada saudara-saudari kita. Bergabunglah dalam misi kami dan jadilah bagian dari perubahan besar.

Dukung Kami