Sunan Ibnu Majah Hadits 174 - Melihat Allah Tanpa Berdesakan di Hari Kiamat
Kemudahan Kaum Mukmin Melihat Allah Tanpa Perlu Berdesak-desakan pada Hari Kiamat
Sunan Ibnu Majah : 174
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 174
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ عِيسَى الرَّمْلِيُّ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَضَامُّونَ فِي رُؤْيَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ قَالُوا لَا قَالَ فَكَذَلِكَ لَا تَضَامُّونَ فِي رُؤْيَةِ رَبِّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Apakah kalian berdesak-desakan ketika melihat bulan di malam purnama?" Mereka menjawab: "Tidak." Kemudian beliau bersabda: "Seperti itulah, kalian tidak akan berdesak-desakan ketika melihat Rabb kalian pada hari kiamat."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Melihat bulan di malam purnama tidak memerlukan tindakan saling berdesak-desakan bagi orang yang melihatnya.
- Keadaan melihat Allah bagi kaum mukmin pada hari kiamat dianalogikan sama mudahnya dengan melihat bulan purnama.
- Hadits ini menegaskan kepastian adanya peristiwa melihat Allah di akhirat bagi orang-orang beriman.
