Sunan Ibnu Majah Hadits 1884 - Keutamaan Memulai Urusan dengan Hamdalah

Anjuran Membaca Hamdalah pada Setiap Perkara Penting

Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 1884

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَمُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى وَمُحَمَّدُ بْنُ خَلَفٍ الْعَسْقَلَانِيُّ قَالُوا حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى عَنْ الْأَوْزَاعِيِّ عَنْ قُرَّةَ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ أَمْرٍ ذِي بَالٍ لَا يُبْدَأُ فِيهِ بِالْحَمْدِ أَقْطَعُ

Abu Hurairah Diriwayatkan dari:

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Semua perkara penting yang tidak dimulai dengan hamdalah adalah sia-sia."

Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini

  • Setiap urusan yang memiliki nilai penting atau kebaikan hendaknya diawali dengan memuji Allah.
  • Meninggalkan ucapan hamdalah di awal perkara penting bisa membuat urusan tersebut kehilangan berkahnya.
  • Mengucapkan hamdalah adalah bentuk syukur dan pengakuan bahwa segala kelancaran urusan berasal dari Allah.

Hadits-hadits terkait

Pengaturan

Bahasa

Pengaturan Font

Jenis Font Arab

Ukuran Font Arab

24

Ukuran Font Terjemahan

18

Tata Letak Bacaan

Unduh Aplikasi - আল হাদিস (Al Hadith)

App Banner

Jadilah Pendukung Penyebaran Ilmu Islam

Dukungan rutin Anda akan membantu kami menyampaikan dakwah Islam kepada saudara-saudari kita. Bergabunglah dalam misi kami dan jadilah bagian dari perubahan besar.

Dukung Kami