Sunan Ibnu Majah Hadits 1896 - Larangan Ucapan Selamat Pernikahan ala Jahiliyah
Kisah Aqil bin Abu Thalib: Mengganti Ucapan Selamat Pernikahan Tradisi Lama
Sunan Ibnu Majah : 1896
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 1896
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا أَشْعَثُ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ عَقِيلِ بْنِ أَبِي طَالِبٍ أَنَّهُ تَزَوَّجَ امْرَأَةً مِنْ بَنِي جُشَمَ فَقَالُوا بِالرَّفَاءِ وَالْبَنِينَ فَقَالَ لَا تَقُولُوا هَكَذَا وَلَكِنْ قُولُوا كَمَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِمْ
'Aqil bin Abu Thalib Diriwayatkan dari:
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basysyar] berkata: telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdullah] berkata: telah menceritakan kepada kami [Asy'ats] dari [Al Hasan] dari ['Aqil bin Abu Thalib] bahwasanya ia menikah dengan seorang wanita dari bani Jusyam. Para sahabat berkata: "Semoga harmonis dan banyak anak." Ia lalu berkata: "Janganlah kalian mengatakan begitu, tetapi ucapkanlah sebagaimana yang diucapkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: 'Ya Allah, berilah berkah kepada mereka dan atas mereka'."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Larangan menggunakan ucapan selamat pernikahan tradisi jahiliyah yang hanya berorientasi pada keturunan laki-laki.
- Dianjurkan untuk segera meluruskan kekeliruan ucapan selamat di tengah masyarakat jika tidak sesuai sunnah.
- Doa terbaik untuk pengantin adalah meminta berkah Allah atas kehidupan baru yang mereka jalani.
