Sunan Ibnu Majah Hadits 191 - Sifat Allah Tidak Tidur dan Amalan Manusia
Hadits Sifat Allah Tidak Tidur dan Penerimaan Amal Siang Malam
Sunan Ibnu Majah : 191
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 191
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ عَنْ أَبِي عُبَيْدَةَ عَنْ أَبِي مُوسَى قَالَ قَامَ فِينَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِخَمْسِ كَلِمَاتٍ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَنَامُ وَلَا يَنْبَغِي لَهُ أَنْ يَنَامَ يَخْفِضُ الْقِسْطَ وَيَرْفَعُهُ يُرْفَعُ إِلَيْهِ عَمَلُ اللَّيْلِ قَبْلَ عَمَلِ النَّهَارِ وَعَمَلُ النَّهَارِ قَبْلَ عَمَلِ اللَّيْلِ حِجَابُهُ النُّورُ لَوْ كَشَفَهُ لَأَحْرَقَتْ سُبُحَاتُ وَجْهِهِ مَا انْتَهَى إِلَيْهِ بَصَرُهُ مِنْ خَلْقِهِ
Abu Musa Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri di tengah-tengah kami seraya menyampaikan lima kalimat, beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah tidak tidur dan tidak layak baginya untuk tidur, menurunkan timbangan dan mengangkatnya, akan diangkat kepada-Nya amalan di waktu malam sebelum amalan di waktu siang, dan amalan di waktu siang sebelum amalan di waktu malam dan hijab-Nya adalah cahaya. Sekiranya Dia menyingkapnya niscaya cahaya wajah-Nya akan membakar segala sesuatu sepanjang pandangan mata-Nya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Meyakini bahwa Allah selalu terjaga dan tidak pernah tidur dalam mengawasi serta mengatur alam semesta.
- Menyadari bahwa seluruh amalan manusia, baik di waktu siang maupun malam, terus diangkat dan dilaporkan kepada Allah.
- Memahami keagungan Allah yang memiliki hijab cahaya, yang mana keagungan wajah-Nya tidak dapat ditanggung oleh kekuatan makhluk di dunia.
