Sunan Ibnu Majah Hadits 192 - Kesucian Wajah Allah dan Ayat Surat An-Naml
Hadits Sifat JALAL Allah dan Tafsir Pembacaan Ayat oleh Abu Ubaidah
Sunan Ibnu Majah : 192
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 192
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا الْمَسْعُودِيُّ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ عَنْ أَبِي عُبَيْدَةَ عَنْ أَبِي مُوسَى قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَنَامُ وَلَا يَنْبَغِي لَهُ أَنْ يَنَامَ يَخْفِضُ الْقِسْطَ وَيَرْفَعُهُ حِجَابُهُ النُّورُ لَوْ كَشَفَهَا لَأَحْرَقَتْ سُبُحَاتُ وَجْهِهِ كُلَّ شَيْءٍ أَدْرَكَهُ بَصَرُهُ ثُمَّ قَرَأَ أَبُو عُبَيْدَةَ { أَنْ بُورِكَ مَنْ فِي النَّارِ وَمَنْ حَوْلَهَا وَسُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ }
Abu Musa Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah tidak tidur dan tidak layak bagi-Nya untuk tidur. Dia merendahkan dan menaikkan timbangan. Hijab-Nya dari cahaya. Seandainya Dia menyingkapnya niscaya kesucian wajah-Nya akan membakar setiap sesuatu sejauh pandangan mata-Nya."Kemudian Abu Ubaidah membaca ayat: "Bahwa telah diberkati orang-orang yang berada di dekat api itu, dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Dan Maha Suci Allah, Rabb semesta Alam."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Menegaskan kembali sifat kesempurnaan Allah yang bebas dari rasa kantuk maupun tidur.
- Meyakini kekuasaan Allah dalam menaikkan dan menurunkan timbangan nasib serta amal hambanya.
- Keterkaitan makna keagungan cahaya wajah Allah dengan ayat Al-Qur'an mengenai tanda kekuasaan-Nya yang bersinar.
