Sunan Ibnu Majah Hadits 204 - Pertanggungjawaban Seruan
Setiap Ajakan Dan Seruan Akan Dimintai Pertanggungjawaban Di Hari Kiamat
Sunan Ibnu Majah : 204
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 204
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ لَيْثٍ عَنْ بَشِيرِ بْنِ نَهِيكٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ دَاعٍ يَدْعُو إِلَى شَيْءٍ إِلَّا وُقِفَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَازِمًا لِدَعْوَتِهِ مَا دَعَا إِلَيْهِ وَإِنْ دَعَا رَجُلٌ رَجُلًا
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Pada hari kiamat tidak ada seorang penyeru yang menyeru kepada sesuatu melainkan akan dihadapkan untuk mempertanggung jawabkan seruannya, meskipun seorang lelaki yang mengajak seorang lelaki."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Setiap manusia yang pernah mengajak orang lain kepada suatu hal di dunia pasti akan berdiri untuk disidang pada hari kiamat.
- Pertanggungjawaban atas sebuah ajakan melekat penuh pada diri si penyeru sesuai dengan apa yang ia serukan.
- Skala ajakan yang kecil, bahkan jika hanya melibatkan interaksi antara dua orang individu, tetap tidak akan luput dari pemeriksaan di akhirat.
