Sunan Ibnu Majah Hadits 21 - Kedudukan Hadits Nabi
Pentingnya Menerima Hadits Nabi dan Bahaya Menolaknya
Sunan Ibnu Majah : 21
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 21
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْمُنْذِرِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْفُضَيْلِ حَدَّثَنَا الْمَقْبُرِيُّ عَنْ جَدِّهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لَا أَعْرِفَنَّ مَا يُحَدَّثُ أَحَدُكُمْ عَنِّي الْحَدِيثَ وَهُوَ مُتَّكِئٌ عَلَى أَرِيكَتِهِ فَيَقُولُ اقْرَأْ قُرْآنًا مَا قِيلَ مِنْ قَوْلٍ حَسَنٍ فَأَنَا قُلْتُهُ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda:"Sungguh akan aku beritahukan, ada seseorang dari kalian yang tidak mau menyampaikan haditsku. Sambil bersandar di tempat duduknya ia berkata: 'Bacalah Al Qur'an, semua yang dikatakan (dalam Al-Qur'an) berupa perkataan yang baik maka akupun mengatakannya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Nabi Muhammad mengingatkan akan adanya orang yang meremehkan atau menolak untuk menyampaikan hadits beliau.
- Sikap bersandar dengan santai sambil menolak hadits menunjukkan bentuk keengganan dalam menerima petunjuk agama.
- Menolak hadits dengan alasan hanya ingin berpatokan pada Al-Qur'an adalah tindakan keliru yang diperingatkan dalam Islam.
