Sunan Ibnu Majah Hadits 249 - Larangan Mendebat Ulama dengan Ilmu
Hadits Larangan Mencari Ilmu untuk Menyombongkan Diri
Sunan Ibnu Majah : 249
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 249
حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا أَبُو كَرِبٍ الْأَزْدِيُّ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ طَلَبَ الْعِلْمَ لِيُمَارِيَ بِهِ السُّفَهَاءَ أَوْ لِيُبَاهِيَ بِهِ الْعُلَمَاءَ أَوْ لِيَصْرِفَ وُجُوهَ النَّاسِ إِلَيْهِ فَهُوَ فِي النَّارِ
Ibnu Umar Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Barangsiapa menuntut ilmu untuk meremehkan orang-orang bodoh, atau untuk mendebat para ulama, atau untuk menarik perhatian manusia, maka ia akan masuk ke dalam neraka."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Dilarang keras belajar ilmu agama dengan motivasi untuk mengejek atau merendahkan orang yang belum tahu.
- Ilmu tidak boleh dijadikan alat kesombongan untuk mendebat para ahli agama demi terlihat hebat.
- Mencari perhatian dan popularitas di kalangan manusia melalui ilmu bisa menjerumuskan seseorang ke dalam neraka.
