Sunan Ibnu Majah Hadits 250 - Larangan Menghiasi Majelis dengan Kesombongan
Hadits Larangan Pamer Ilmu dan Ancaman Neraka
Sunan Ibnu Majah : 250
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 250
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي مَرْيَمَ أَنْبَأَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَعَلَّمُوا الْعِلْمَ لِتُبَاهُوا بِهِ الْعُلَمَاءَ وَلَا لِتُمَارُوا بِهِ السُّفَهَاءَ وَلَا تَخَيَّرُوا بِهِ الْمَجَالِسَ فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَالنَّارُ النَّارُ
Jabir bin Abdullah Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah kalian mempelajari ilmu untuk mendebat para ulama, meremehkan orang-orang bodoh dan menghiasi majelis. Barangsiapa melakukan hal itu, maka baginya neraka, baginya neraka."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Dilarang menjadikan majelis ilmu sebagai tempat pamer kepintaran atau ajang mencari kedudukan sosial.
- Tujuan belajar harus murni untuk menghilangkan kebodohan diri, bukan untuk menjatuhkan posisi orang lain.
- Pengulangan kata neraka dalam hadits ini menunjukkan kemurkaan yang besar terhadap pelaku pamer ilmu.
