Sunan Ibnu Majah Hadits 255 - Larangan Menuntut Ilmu untuk Mendebat Ulama
Jangan Belajar Agama untuk Mendebat Ulama dan Cari Perhatian
Sunan Ibnu Majah : 255
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 255
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَاصِمٍ الْعَبَّادَانِيُّ حَدَّثَنَا بَشِيرُ بْنُ مَيْمُونٍ قَالَ سَمِعْتُ أَشْعَثَ بْنَ سَوَّارٍ عَنْ ابْنِ سِيرِينَ عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تَعَلَّمُوا الْعِلْمَ لِتُبَاهُوا بِهِ الْعُلَمَاءَ أَوْ لِتُمَارُوا بِهِ السُّفَهَاءَ أَوْ لِتَصْرِفُوا وُجُوهَ النَّاسِ إِلَيْكُمْ فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَهُوَ فِي النَّارِ
Hudzaifah Diriwayatkan dari:
Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah kalian mempelajari ilmu untuk mendebat ulama, merendahkan orang-orang bodoh dan menarik perhatian manusia. Maka barangsiapa melakukannya ia akan berada di neraka."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Dilarang keras menuntut ilmu dengan niat untuk mendebat atau bersaing dengan para ulama.
- Ilmu tidak boleh digunakan sebagai alat untuk merendahkan atau meremehkan orang bodoh.
- Mencari perhatian manusia melalui ilmu agama adalah perbuatan terlarang yang diancam dengan neraka.
