Sunan Ibnu Majah Hadits 273 - Keutamaan Shalat dan Amalan Wudhu
Perintah Beristiqamah, Keutamaan Ibadah Shalat, dan Tanda Orang Mukmin
Sunan Ibnu Majah : 273
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 273
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَقِيمُوا وَلَنْ تُحْصُوا وَاعْلَمُوا أَنَّ خَيْرَ أَعْمَالِكُمْ الصَّلَاةَ وَلَا يُحَافِظُ عَلَى الْوُضُوءِ إِلَّا مُؤْمِنٌ
Tsauban Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Beristiqamahlah kalian, dan sekali-kali kalian tidak akan dapat menghitungnya. Dan beramallah, sesungguhnya amalan kalian yang paling utama adalah shalat, dan tidak ada yang menjaga wudlu kecuali orang mukmin."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Setiap muslim diperintahkan untuk beristiqamah dalam kebaikan sesuai dengan kemampuannya.
- Di antara banyaknya bentuk amal kebaikan, shalat diakui sebagai amalan yang paling utama.
- Senantiasa menjaga keadaan diri dalam keadaan berwudhu adalah tabiat dari orang mukmin.
