Sunan Ibnu Majah Hadits 318 - Hukum Kiblat di Dalam WC
Perbedaan Hukum Menghadap Kiblat di Padang Pasir vs di Dalam WC
Sunan Ibnu Majah : 318
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 318
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى عَنْ عِيسَى الْحَنَّاطِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي كَنِيفِهِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ قَالَ عِيسَى فَقُلْتُ ذَلِكَ لِلشَّعْبِيِّ فَقَالَ صَدَقَ ابْنُ عُمَرَ وَصَدَقَ أَبُو هُرَيْرَةَ أَمَّا قَوْلُ أَبِي هُرَيْرَةَ فَقَالَ فِي الصَّحْرَاءِ لَا يَسْتَقْبِلْ الْقِبْلَةَ وَلَا يَسْتَدْبِرْهَا وَأَمَّا قَوْلُ ابْنِ عُمَرَ فَإِنَّ الْكَنِيفَ لَيْسَ فِيهِ قِبْلَةٌ اسْتَقْبِلْ فِيهِ حَيْثُ شِئْتَ قَالَ أَبُو الْحَسَنِ بْنُ سَلَمَةَ وَحَدَّثَنَا أَبُو حَاتِمٍ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى فَذَكَرَ نَحْوَهُ
Ibnu Umar Diriwayatkan dari:
Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menghadap kiblat di dalam WC nya. Isa berkata: Aku sampaikan hal itu kepada Asy Sya'bi, maka ia pun berkata: "Benar apa yang dikatakan oleh Ibnu Umar dan Abu Hurairah." Adapun Abu Hurairah, ia berkata: "Di padang pasir janganlah engkau menghadap kiblat atau membelakanginya." Sedangkan perkataan Ibnu Umar: "Sesungguhnya WC tidak ada kiblatnya, maka menghadaplah sesukamu."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Ibnu Umar melihat Nabi menghadap ke arah kiblat saat buang air di dalam WC atau ruangan tertutup.
- Menurut Abu Hurairah, larangan menghadap atau membelakangi kiblat berlaku mutlak di padang pasir atau ruang terbuka.
- Menurut Ibnu Umar, di dalam WC atau bangunan tertutup tidak ada masalah menghadap ke arah mana saja karena tidak terhitung langsung berhadapan dengan kiblat.
