Sunan Ibnu Majah Hadits 347 - Kisah Ibnu Umar Tentang Salam Saat Kencing
Hadits Ibnu Umar Mengenai Salam yang Tidak Dijawab Saat Kencing
Sunan Ibnu Majah : 347
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 347
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ وَالْحُسَيْنُ بْنُ أَبِي السَّرِيِّ الْعَسْقَلَانِيُّ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ الضَّحَّاكِ بْنِ عُثْمَانَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ مَرَّ رَجُلٌ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَبُولُ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ
Ibnu Umar Diriwayatkan dari:
Seorang lelaki melewati Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika beliau kencing, kemudian ia mengucapkan salam kepadanya, namun beliau tidak menjawabnya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam secara konsisten tidak menjawab salam jika sedang buang air kecil.
- Mengucapkan salam saat orang lain sedang buang hajat adalah tindakan yang tidak sesuai dengan contoh Nabi.
- Urusan menjaga adab kesucian batin dan fisik dipraktikkan langsung oleh Nabi dalam kehidupan sehari-hari.
