Sunan Ibnu Majah Hadits 35 - Perintah Jujur dalam Menyampaikan Hadits
Anjuran Berhati-hati dan Jujur Saat Menyampaikan Hadits Nabi
Sunan Ibnu Majah : 35
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 35
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَعْلَى التَّيْمِيُّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَقَ عَنْ مَعْبَدِ بْنِ كَعْبٍ عَنْ أَبِي قَتَادَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ عَلَى هَذَا الْمِنْبَرِ إِيَّاكُمْ وَكَثْرَةَ الْحَدِيثِ عَنِّي فَمَنْ قَالَ عَلَيَّ فَلْيَقُلْ حَقًّا أَوْ صِدْقًا وَمَنْ تَقَوَّلَ عَلَيَّ مَا لَمْ أَقُلْ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ
Abu Qatadah Diriwayatkan dari:
Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda di atas mimbar ini:"Janganlah kalian banyak-banyak membacakan hadits dariku, maka barangsiapa berkata atas namaku, hendaklah ia berkata dengan benar atau jujur. Barangsiapa berkata atas namaku dengan sesuatu yang aku tidak mengatakannya, maka hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya di neraka."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Peringatan agar tidak sembarangan dan terlalu banyak membacakan hadits tanpa memastikan kebenarannya.
- Kewajiban untuk berkata jujur dan benar ketika menyampaikan sesuatu yang disandarkan kepada Rasulullah.
- Ancaman siksa neraka bagi yang menyampaikan riwayat palsu yang tidak pernah diucapkan oleh Nabi.
