Sunan Ibnu Majah Hadits 34 - Bahaya Menyandarkan Perkataan Palsu pada Nabi
Larangan Mengatakan Sesuatu yang Tidak Pernah Diucapkan Nabi
Sunan Ibnu Majah : 34
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 34
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَقَوَّلَ عَلَيَّ مَا لَمْ أَقُلْ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Barangsiapa berbicara atas namaku dengan sesuatu yang aku tidak mengatakannya, maka hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya di neraka."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Larangan berbicara atas nama Nabi jika beliau sendiri tidak pernah mengatakan hal tersebut.
- Ancaman tempat duduk di neraka berlaku bagi orang yang membuat-buat pernyataan palsu atas nama beliau.
- Kehati-hatian dalam menukil perkataan Nabi adalah kewajiban mutlak bagi setiap muslim.
