Sunan Ibnu Majah Hadits 381 - Kesucian Air Laut dan Hewan di Dalamnya
Hukum Wudhu dengan Air Laut dan Kehalalan Bangkainya
Sunan Ibnu Majah : 381
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 381
حَدَّثَنَا سَهْلُ بْنُ أَبِي سَهْلٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ حَدَّثَنِي اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ بَكْرِ بْنِ سَوَادَةَ عَنْ مُسْلِمِ بْنِ مَخْشِيٍّ عَنْ ابْنِ الْفِرَاسِيِّ قَالَ كُنْتُ أَصِيدُ وَكَانَتْ لِي قِرْبَةٌ أَجْعَلُ فِيهَا مَاءً وَإِنِّي تَوَضَّأْتُ بِمَاءِ الْبَحْرِ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ
Ibnul Firasi Diriwayatkan dari:
Aku pergi mencari ikan, dan aku mempunyai satu geriba yang aku jadikan sebagai tempat menyimpan air, dan aku berwudlu dengan air laut. Lantas hal itu aku tanyakan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka beliau bersabda: "Laut itu suci airnya dan halal bangkainya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Air laut memiliki sifat yang suci dan mensucikan, sehingga sah digunakan untuk berwudhu.
- Bangkai hewan atau ikan yang mati di dalam laut hukumnya halal untuk dikonsumsi.
- Sahabat selalu bertanya langsung kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika menghadapi keraguan dalam urusan agama.
