Sunan Ibnu Majah Hadits 389 - Alasan Larangan Mencelupkan Tangan ke Tempat Wudhu
Mengapa Harus Mencuci Tangan Sebelum Wudhu Setelah Tidur?
Sunan Ibnu Majah : 389
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 389
حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ تَوْبَةَ حَدَّثَنَا زِيَادُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْبَكَّائِيُّ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ مِنْ النَّوْمِ فَأَرَادَ أَنْ يَتَوَضَّأَ فَلَا يُدْخِلْ يَدَهُ فِي وَضُوئِهِ حَتَّى يَغْسِلَهَا فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ وَلَا عَلَى مَا وَضَعَهَا
Jabir Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jika salah seorang dari kalian bangun dari tidur dan hendak berwudlu, maka jangan memasukkan tangannya ke tempat wudlu hingga ia mencucinya, karena ia tidak tahu di mana tangannya bermalam dan di atas apa ia meletakkannya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Ketidaktahuan kita terhadap posisi tangan selama tidur menjadi dasar perintah untuk membersihkannya terlebih dahulu.
- Perintah mencuci tangan ini sangat ditekankan khususnya bagi orang yang berniat atau hendak melakukan ibadah wudhu.
- Menjaga kebersihan fisik merupakan bagian dari persiapan spiritual sebelum menghadap Allah dalam shalat.
