Sunan Ibnu Majah Hadits 392 - Syarat Wudhu dan Shalat
Kaitan Erat Antara Shalat, Wudhu, dan Menyebut Nama Allah
Sunan Ibnu Majah : 392
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 392
حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْخَلَّالُ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَنْبَأَنَا يَزِيدُ بْنُ عِيَاضٍ حَدَّثَنَا أَبُو ثِفَالٍ عَنْ رَبَاحِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي سُفْيَانَ أَنَّهُ سَمِعَ جَدَّتَهُ بِنْتَ سَعِيدِ بْنِ زَيْدٍ تَذْكُرُ أَنَّهَا سَمِعَتْ أَبَاهَا سَعِيدَ بْنَ زَيْدٍ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَا وُضُوءَ لَهُ وَلَا وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرْ اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ
Sa'id bin Zaid Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Tidak ada shalat bagi orang yang tidak berwudlu, dan tidak ada wudlu orang yang tidak menyebut nama Allah ketika berwudlu."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Wudhu merupakan syarat mutlak dan tidak bisa ditinggalkan agar shalat seseorang dianggap ada.
- Menyebut nama Allah menjadi bagian penting yang melengkapi proses berwudhu seseorang.
- Setiap muslim harus memperhatikan kebersihan fisik sekaligus kesiapan spiritual sebelum menghadap Allah.
