Sunan Ibnu Majah Hadits 49 - Syarat Diterimanya Amal Pelaku Bid'ah
Hadits Anjuran Meninggalkan Bid'ah Agar Amal Diterima
Sunan Ibnu Majah : 49
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 49
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ مَنْصُورٍ الْحَنَّاطُ عَنْ أَبِي زَيْدٍ عَنْ أَبِي الْمُغِيرَةِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبَى اللَّهُ أَنْ يَقْبَلَ عَمَلَ صَاحِبِ بِدْعَةٍ حَتَّى يَدَعَ بِدْعَتَهُ
Abdullah bin Abbas Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Allah enggan menerima amalan pelaku bid'ah hingga ia meninggalkan kebid'ahannya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Allah menolak untuk menerima amalan dari orang yang terus-menerus melakukan bid'ah.
- Pintu penerimaan amal kembali terbuka jika seseorang mau bertaubat dan meninggalkan perkara baru yang dibuat-buat tersebut.
- Pentingnya melakukan evaluasi diri dalam beribadah agar selalu sejalan dengan apa yang diajarkan Nabi.
