Sunan Ibnu Majah Hadits 50 - Jaminan Istana di Surga Bagi Akhlak Mulia
Hadits Keutamaan Menjauhi Dusta, Debat, dan Memperbaiki Akhlak
Sunan Ibnu Majah : 50
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 50
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدِّمَشْقِيُّ وَهَارُونُ بْنُ إِسْحَقَ قَالَا حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ عَنْ سَلَمَةَ بْنِ وَرْدَانَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَهُوَ بَاطِلٌ بُنِيَ لَهُ قَصْرٌ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ وَمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَهُوَ مُحِقٌّ بُنِيَ لَهُ فِي وَسَطِهَا وَمَنْ حَسَّنَ خُلُقَةُ بُنِيَ لَهُ فِي أَعْلَاهَا
Anas bin Malik Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Barangsiapa meninggalkan dusta, sementara dia bathil, maka akan dibangunkan baginya istana di tepian surga. Barangsiapa meninggalkan debat meskipun ia benar, maka akan dibangunkan baginya istana di tengah surga. Barangsiapa memperbaiki akhlaknya maka baginya akan dibangunkan istana di surga yang paling tinggi."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Ganjaran berupa istana di pelataran atau pinggiran surga bagi orang yang mau mengakui kesalahan dan meninggalkan dusta.
- Keutamaan besar menahan diri dan mengalah dari perdebatan yang tidak bermanfaat meskipun posisi kita berada di pihak yang benar.
- Puncak ganjaran berupa istana di surga yang paling tinggi disediakan bagi kaum muslimin yang memiliki akhlak yang baik dan terpuji.
