Sunan Ibnu Majah Hadits 55 - Peringatan Mengenai Bahaya Logika Tanpa Wahyu
Hadits Sunan Ibnu Majah Nomor 55: Pelajaran dari Penyimpangan Bani Israil
Sunan Ibnu Majah : 55
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 55
حَدَّثَنَا سُوَيْدُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي الرِّجَالِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَمْرٍو الْأَوْزَاعِيِّ عَنْ عَبْدَةَ بْنِ أَبِي لُبَابَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَمْ يَزَلْ أَمْرُ بَنِي إِسْرَائِيلَ مُعْتَدِلًا حَتَّى نَشَأَ فِيهِمْ الْمُوَلَّدُونَ أَبْنَاءُ سَبَايَا الْأُمَمِ فَقَالُوا بِالرَّأْيِ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا
'Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash Diriwayatkan dari:
Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Urusan bani Isra`il masih tetap stabil hingga muncul keturunan-keturunan yang lahir dari para tawanan. Mereka berpendapat dengan menggunakan logika sehingga mereka sesat dan menyesatkan."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Kestabilan suatu kaum dapat rusak ketika urusan agama mulai dicampuri oleh pendapat yang salah.
- Menggunakan logika semata tanpa sandaran wahyu dalam urusan agama bisa menyebabkan kesesatan.
- Sikap asal berpendapat dalam urusan agama berisiko menyesatkan diri sendiri dan masyarakat luas.
