Sunan Ibnu Majah Hadits 60 - Belajar Iman Sebelum Belajar Al-Qur'an
Hadits Sunan Ibnu Majah Nomor 60: Metode Sahabat Belajar Iman Sebelum Al-Qur'an
Sunan Ibnu Majah : 60
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 60
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ نَجِيحٍ وَكَانَ ثِقَةً عَنْ أَبِي عِمْرَانَ الْجَوْنِيِّ عَنْ جُنْدُبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ فِتْيَانٌ حَزَاوِرَةٌ فَتَعَلَّمْنَا الْإِيمَانَ قَبْلَ أَنْ نَتَعَلَّمَ الْقُرْآنَ ثُمَّ تَعَلَّمْنَا الْقُرْآنَ فَازْدَدْنَا بِهِ إِيمَانًا
Jundub bin Abdullah Diriwayatkan dari:
Ketika kami bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, pada saat itu kami merupakan sosok pemuda-pemuda yang kuat. Kami belajar iman sebelum mempelajari Al Qur`an, kemudian kami mempelajari Al Qur`an, maka dengan begitu bertambahlah keimanan kami.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Para sahabat Nabi mendahului pelajaran keimanan sebelum mereka mendalami pelajaran Al-Qur'an.
- Mempelajari Al-Qur'an setelah memiliki dasar keimanan akan menambah kekuatan iman seseorang.
- Pendidikan karakter iman sejak usia muda merupakan metode pengajaran yang dicontohkan generasi sahabat.
