Sunan Ibnu Majah Hadits 65 - Mencintai Saudara dan Tetangga Sifat Iman
Hadits Anas bin Malik: Sifat Iman dan Kepedulian Terhadap Sesama
Sunan Ibnu Majah : 65
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 65
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ قَتَادَةَ يُحَدِّثُ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ أَوْ قَالَ لِجَارِهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
Anas bin Malik Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Salah seorang dari kalian tidak akan beriman hingga ia mencintai saudaranya." atau beliau mengatakan: "tetangganya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Kesempurnaan iman seorang muslim berkaitan erat dengan bagaimana dia bersikap kepada sesama.
- Seorang muslim hendaknya mencintai dan menginginkan kebaikan bagi saudaranya atau tetangganya seperti untuk diri sendiri.
- Egoisme dan ketidakpedulian terhadap lingkungan sekitar dapat mengurangi kualitas keimanan seseorang.
