Sunan Ibnu Majah Hadits 66 - Kewajiban Mencintai Nabi Melebihi Segalanya
Menjadikan Rasulullah Sebagai Orang yang Paling Dicintai
Sunan Ibnu Majah : 66
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 66
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَلَدِهِ وَوَالِدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
Anas bin Malik Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Salah seorang dari kalian tidak akan beriman hingga aku menjadi orang yang paling dicintainya dari pada anaknya, orang tuanya dan manusia semuanya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Cinta kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam merupakan pilar penting dalam iman.
- Kewajiban mengutamakan cinta kepada Nabi di atas cinta kepada keluarga dan anak.
- Iman seseorang dinilai belum sempurna jika belum menempatkan Nabi sebagai yang paling dicintai.
